Selasa, 26 Oktober 2021

Atas Nama-Nya

Mereka berkata, ini terlambat

Tapi bagiku ini waktu yang tepat

Mereka berkata, terlalu lama

Tapi bagiku, ini sudah saatnya


Jika semua harus ada alasan

Lalu bagaimana dengan ketulusan

Jika semua harus ada karena

Namun aku padamu tanpa karena


Justru aku padamu sudah tanpa karena

Tanpa sebuah alasan, bukan juga pelarian.

Jika tetap harus ada karena

Maka katakanlah aku padamu karenaNya.


Mataku telah buta kecuali yang kulihat adalah kehendak Nya.

Dan telingaku sudah tuli, kecuali yang kudengar hanyalah ketentuanNya

Aku telah meminta, yang buruk dijauhkan

Dan aku yakin itu

Aku memohonkan yang baik didekatkan

Dan Dia tidak pernah mengingkari janjiNya


Kini jika engkau mendekat padaku,

Aku menerima ini atas namaNya yang Maha Welas Maha Asih.


Jumat, 25 Juni 2021

Seberapa

 



Seberapa banyak aku katakan

Atau seberapa lelah aku panjatkan kata itu

Seberapa dekatkah balasan itu

Atau seberapa tegaskan kenyataannya 


Jangan tanya lagi seberapa banyak 

Luka yang ada 

Atau seberapa sakit terasa

Dan seberapa pahit rasanya


Sudah cukup dan lebih dari cukup 

Hukuman ini terlalu berat 

Berada di pusaran pengingkaran

Menghirup udara kebosanan

Dan terus dihujani anak panah kesepian 


Hati yang tak berbentuk 

Dan perasaan yang hampa 

Bahkan tak bisa terlihat lagi

Dan tak bisa terasa lagi

Kamis, 07 Januari 2021

Wahai yang Maha Berkehendak aku memohon intervensiMu


Wahai Dzat yang tidak ada satupun bisa menyamai Mu,

Wahai pemilik Sifat Maha Berkehendak dan tidak akan pernah tunduk bahkan pada kalimat-kalimatNya

Wahai pemilik Sifat pengasih lagi penyayang. 



Rasanya aku pernah merasa seperti di posisi Azazel, saat ada makhluk baru yang Engkau lebih muliakan dan engkau lebih utamakan dari aku, setelah sebelumnya kau mengangkatkatku pada posisi yang membuat aku terlihat dimata mahklukMu.

Namun aku bersyukur, Engkau lebih memilih membuatku, bersujud kepadaMu, dan menerima semua ketentuan Mu.

Rasa nya aku pernah merasa seperti pada posisi Muhammad, saat engkau membuatnya jatuh cinta kepada Fakhita,

Dimana akhirnya kau membuat cintanya tak terbalas.

Namun aku bersyukur Engkau kehendaki aku seperti Muhammad yang menerima dengan lapang dada ketentuan Mu.

Kini aku merasa seperti dalam keadaan Ibrahim yang menghadapi api di kerajaan namruz, jika tanpa intervensi Mu, hanguslah dia.

Atau saat Hajar mencari air di Padang tandus untuk Ismail, jika tanpa intervensi Mu, tak akan ada air mata zam-zam.

Kini semua kalkulasi dan logika dalam standar manusia menghasilkan ketidakmungkinan.

Jika tanpa intervensi Mu, aku akan terbakar dan kehausan.

Wahai pemilik Sifat penolong dan pengampun. Sudikah kau menghendaki aku agar aku tidak terbakar dan kehausan dengan intervensiMu.

Jumat, 08 April 2016

Terbangun Dari Mimpi




Kadang aku berpikir
apakah rasa itu?
tentang rasa ini
ada apa dengan rasa ini?
dan sebab rasa ini yang hadir karenamu

Kekaguman, atau hal yang menarik
atau pandangan yang menghujam ke dalam hati
sehingga aku tak mampu memandangmu kembali
atau tingkah yang lucu dan paras yang menarik

Mungkin aku menyukaimu atau
bahkan mencintaimu
mungkin terpikir lebih dari itu
atau dirimu khayalan tingkat tinggi bagiku
atau seperti punguk merindukan rembulan

tapi aku tersadar
terlalu lama aku bermimpi
terlalu lama
realitanya aku harus berjalan
berjuang menuju cinta yang sebenarnya

Cinta yang begitu indah dan begitu besar
karenaNya aku diberi kesempatan hidup
KarenaNya sampai saat ini aku masih bisa bernafas
KarenaNya juga rasa itu ada

Aku mungkin menyukaimu
atau bahkan mencintaimu
tapi aku lebih mencintaiNya
memilih yang harus ku pilih, menaatiNya

memilih yang telah dipilihkan olehNya
mencintai apa yang dicintaiNya
membenci apa yang dibenciNya
melakukan apa yang diinginkaNya dari ku

jika itu harus menghapusmu
menghapus rasa padamu
menghapus mimpiku terhadapmu
dengan demikian
terhapuslah khayalan tinggi padamu
terhapuslah punguk yang merindukan rembulan

karena yang terhapus itu akan terganti
terganti dengan yang terbaik yang telah dipersiapkanNya
Karena demi bisa melihat WajahNya
bertemu denganNya bersama RidhoNya


Selasa, 09 Februari 2016

Mencoba Mengerti dan Bertanya


Naik dan melambung keatas itu menyenangkan
semakin keatas semakin semakin menyenangkan
semakin membuat lupa daratan
tapi ada resiko jatuh yang cukup menyakitkan
semakin tinggi kau melambung, semakin sakit juga saat terjatuh
semakin hancur kondisi yang terjatuh

ada yang memperhatikan dan yang diperhatikan
ada yang tersembunyi dan yang nampak
ada yang mencoba mengerti dan bertanya
namun akankah jawabannya ada

mencoba dan hanya bisa menduga
apakah ada suatu rencana
atau hanya lintasan peristiwa yang melintas begitu saja
ada yang mencoba mengerti dan bertanya
namun akankah jawabanya ada

Selasa, 22 September 2015

<< Tentang Kaos Putih dan Coklat >>


saat sesuatu benar-benar tidak terpikir, tidak terduga, dan serba tidak menyangka
kau tiba-tiba ada begitu saja
mencoba masuk dalam sesuatu,
sesuatu yang selalu aku menghadapkan mataku padanya

kau begitu unik, manja, dan itu yang membuat aku jadi serba salah
kau begitu baik, dan ternyata kau juga manis, dan itu yang membuat aku sedikit "GR"

kaos putih, hanya sebuah kaos putih namun kaos itu bukan kaos biasa lagi saat kau menawarkannya untuk kau cuci
kau tahu??? kau semakin membuat aku tambah "GR"

ada rasa memang, namun akal ini masih bisa
mengusainya

sebenarnya aku tak peduli, apakah kau lakukan itu pada aku saja, atau pada setiap orang, yang jelas kau membuat hatiku menilai berbeda padamu

hampir saja, dan memang hampir saja,
rasa itu menjadi lebih jauh
rasa itu menjadi rasa yg aku takut sekali itu terjadi padaku
namun semuanya terjelaskan akan keistimewaan yg kau rasakan untuk hati yang lain
dan itu menjelaskan seperti apa seharusnya rasa yg kurasakan padamu

kau ingat saat kau meminta kepadaku sebuah coklat?
Dan bagiku itu adalah kesempatan bagiku
setidaknya aku bisa membalas kebaikanmu mencuci kaos putih itu,
tapi aku tau aku bukan membayarmu dengan sebuah coklat, dan masih lebih dari itu untuk membalas kebaikanmu

aku juga tidak peduli bagaimana penilaian teman-temanku, saat aku memberikan coklat itu padamu
karena kau juga tidak menghiraukan pendapat orang lain saat menawarkan untuk mencuci kaosku

sebuah kaos putih, coklat, dan sebuah rasa,
rasa yg membuat aku GR, yang untung saja aku masih bisa mengendalikan.
Attachment includes the note and its objects



Sabtu, 15 November 2014

DISAAT HATI TAK BISA MENAMPUNG RASA

 

   Dalam hati itu ada sebuah bejana yg bertingkat tingkat, dan air itu ibarat rasa yg mengalir yg mengisi bejana bejana itu sampai meluap.

Jumat, 14 Januari 2011

Mengagumi Yang Tak Pernah KU Lihat


Sungguh tak bisa ku percaya
tapi ini memang terasa
tapi ini memang ku rasakan
aku merasakan sesuatu

aku menyukainya


bukan keindahan fisik yang kudapat

karena aku tak bisa melihatnya
bukan suara yang indah yang ku rasakan
karena aku tak dapat mendengarnya

bagaimana bisa
aku mengagumi sesuatu yang aku saja belum pernah melihatnya
dan belum pernah bertemu dengannya
tapi aku telah mengaguminya

karena aku melihat tulisannya
karena aku melihat akhlaknya
karena aku melihat sebuah cahaya
cahaya impian yang bisa membawa kepada kebahagian sejati

Kamis, 23 Desember 2010

Sebuah Kisah Sebuah Ungkapan


dia...
bagai air yang menghampiriku dalam kehausan
bagai api unggun yang dinyalakan saat dinginnya malam
atau aroma daging panggang yang menusuk hidung saat lapar

saat tak ada lagi semua itu
aku kehilangan sesuatu
aku kehilangan inspirasiku
kehilangan tempat curhatku

saat dia tanyakan
kemana bait bait syair itu
kemana puluhan judul itu
dimana ungkapan ungkapan rasa itu

aku hanya bisa katakan padanya
semuanya telah hilang
semuanya telah pergi
walau saat itu dia masih dihadapanku

karena ungkapannyalah kepada sahabatku
dan ku tak peduli itu serius atau bukan
itu dari hatinya atau bukan
tapi yang jelas

itu menghancurkanku
itu membuatnya dia terhapus dari hati ini
dan membuat bait bait syair itu hiang
dan membuat rasa itu berubah seratus delapan puluh derajat

walau memang  rasa itu tak hilang
walau sebenarnya sikap itu bukan dari hati ini
walau sebenarnya rasa padanya tak mungkin hilang
dan mungkin takkan pernah menghilang

Minggu, 19 Desember 2010

Lagu “Simfoni Hitam” Artis “Sherina”

Malam Sunyi Kuimpikanmu Kulukiskan Cita Bersama
Namun Slalu aku Bertanya
Adakah aku Di Mimpimu

Di Hatiku Terukir Namamu
Cinta Rindu Beradu Satu
Namun Slalu aku Bertanya
Adakah aku Di Hatimu

Reff Sherina
Tlah Kunyanyikan Alunan-alunan Senduku
Tlah Kubisikkan Cerita-cerita Gelapku
Tlah Kuabaikan Mimpi-mimpi dan Ambisiku
Tapi Mengapa ku Takkan Bisa Sentuh Hatimu

Bila Saja Kau Di Sisiku
Kan ku Beri Kau Segalanya
Namun Tak Henti aku Bertanya
Adakah aku Di Rindumu

Back To Reff Sherina

Tak Bisakah Kau Sedikit Saja Dengar Aku
Dengar Simfoniku
Simfoni Hanya Untukmu

Back To Reff Sherina

Tlah Kuabaikan Mimpi-mimpi dan Ambisiku
Tapi Mengapa ku Takkan Bisa Sentuh Hatimu

Rabu, 01 Desember 2010

Bahwa Ada Suatu Rasa

Harus kau tahu rasa dalam hatiku
rasa tentang sesuatu
rasa tentang perasaanku
tentang rasa kepadamu

Pernahkah kau rasakan juga
bahwa aku memiliki rasa itu padamu
atau apa yang sebenarnya kau rasa
tentang rasaku padamu

Mengertilah...
walau sebenarnya kata itu sulit sekali terucap
pahamilah..
karena sebenarnya telah ku tunjukan dengan sikap

Meskipun rasa itu terlalu sulit terungkap
tapi sikap ini yang ku isyaratkan
tapi senyum ini yang ku tunjukan
tapi sapa ini yang kau rasakan

Cukup untuk membuktikan
layak di pertanggungjawabkan
bahwa ada suatu rasa..
bahwa ada suatu yang harusnya kau rasakan juga

Selasa, 30 November 2010

Pernahkah Ingat (Last Time Story)

Pernahkah kau berpikir atau memikirkan atau bahkan mengingat
seseorang yang begitu sulitnya menyatakan
dan dia terlihat seperti pecundang
tapi ketahuilah bahwa dia bukan pecundang

Pernahkah ingat seseorang yang menulis
satu buku tentang perasaannya
puluhan judul tentang kegelisahannya
ratusan bait tentang lukanya

Sudahlah karena semua telah berlalu
dan ku juga tak tahu kau sekarang yang ingin ku tahu
yang ku ingin kau ingat aku, jangan terlalu
sering tapi sesekali saja

Ku harap kau menemukanku atau aku yang menemukanmu
bukan apa apa, bukan untuk rasa
bukan untuk luka
tapi untuk cerita